Asal Oesoel Moon Cake Festival

Baru saja kita merayakan Moon Cake Festival.

Bagi teman2 yang ingin tahu lebih jauh mengenai Festival Mooncake dan ceritanya, silakan menonton video berikut.

Pembicara:

  • Udaya Halim pendiri PERTIWI dan Museum Benteng Heritage
  • Suhana Lim, pembina Group IndOz Feng Shui

@ METRO XINWEN: cuplikan dari webinar PERTIWI Mengenai Asal Oesoel Moon Cake Festival 2021

https://m.metrotvnews.com/play/bzGCpVYJ-pertiwi-gelar-webinar-festival-pertengahan-musim-gugur-di-tiongkok
Video courtesy: METRO XINWEN

Full version webinar bisa disaksikan di bawah ini:

Hoki di Tahun Kerbau 2021

Dalam budaya Tiongkok, kerbau melambangkan ketekunan, kerajinan, kesederhanaan dan
kekayaan. Hence, karakteristik tahun bersimbol Kerbau ialah kita harus kerja lebih tekun rajin
untuk / baru mendapatkan hasil. Sepanjang kita tidak khawatir untuk berusaha dan berkarya
dengan maksimal (lebih tekun, lebih rajin, lebih keras, lebih cerdas), maka kita tidak perlu cemas tidak dapat hasil!

Berdasarkan penanggalan Tionghoa, periode antara 12 Februari 2021 hingga 31 Januari 2022 termasuk dalam periode tahun Kerbau. Jangan too excited bagi yang gemar; harap tidak usah pula ill feel, untuk yang tidak meng-embrace metode penanggalan yang menggunakan 12 hewan sebagai simbol. Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi. Kerbau adalah di urutan kedua pada dua belas hewan yang dipakai sebagai perlambang tahun, yang populer disebut sebagai ⼗⼆⽣肖 (dua belas shio)! Info mengenai asal usul mengapa 12 hewan dipakai sebagai simbol tahun, silahkan cari di internet dan atau baca sendiri dari banyak sumber. Terdapat varian kisah mengenai legenda asal muasal dua belas shio, jadi tidak usah heran apalagi bingung. Allow me, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit men-share mengenai penanggalan versi Tionghoa.

Bagi masyarakat Tionghoa, sistim penanggalan tradisionil disebut sebagai (夏历 xiàlì) atau “kalender Xià.” Istilah ini bersumber dari catatan di kitab 史記 (Shǐjì). 史記 (Shǐjì) alias 太 史公書 (Tàishǐgōng shū) adalah buku berisi catatan mengenai sejarah Tiongkok dan dunia, yang terbit pada tahun ke 94 BC. Hasil tulisan dari 司马迁(Sīmǎ Qiān), sejarahwan sekaligus juga pejabat kerajaan yang hidup pada Dinasti 西汉 Xīhàn / Western Hàn (202 BC–9 AD). Penulisan Shǐjì dilakukan oleh ayah Sīmǎ Qiān, yakni 司马谈 (Sīmǎ Tán), Grand Astrologer to the imperial court.

Shǐjì mencantumkan bahwa pada Dinasti 夏 Xià (c. 2070 – c. 1600 BC), awal tahun dimulai pada penampakan kedua bulan baru setelah Winter solstice. Pada dinasti-dinasti sebelumnya, awal tahun dimulai pada penampakan pertama atau ketiga bulan baru setelah 冬⾄ (Winter solstice). Kalender Xià dikenal pula sebagai “农历 Nónglì (agricultural’s / farmer’s calendar). Kalender Xià dikenal juga dengan sebutan “万年历 (Ten Thousand Year Calendar).”

Kalender Gregorian alias penanggalan Internasional disebut sebagai “公历 gōnglì” atau “Common calendar,” “阳历 yánglì” atau “Yang Calendar” karena memakai perputaran matahari sebagai dasar hitungnya. Kalender Tiongkok disebut pula sebagai “阴历 yīnlì” atau “Yin Calendar” karena dasar hitungnya adalah rotasi bulan. Setelah era Tiongkok modern, dan kalender Gregorian diadopsi, maka timbul pula istilah “旧历 jiùlì” alias “kalender lama” untuk penanggalan Tiongkok kuno dan “新历 xīnlì” alias “kalender baru” untuk penanggalan Gregorian.

Sejak era kaisar 孝武皇帝 Xiào Wǔ Huángdì (157BC – 87 BC) dari Dinasti 漢 Hàn, masa kekuasaannya dari tahun 141 – 87 BC; timing permulaan tahun baru ditetapkan pada penampakan kedua bulan baru setelah Winter solstice. Jadi pakem perhitungan untuk tahun baru Imlek, yang kita kenal sekarang, sudah bermilenia usianya!

Nah, Xiàlì atau “kalender Xià” inilah yang juga menjadi acuan bagi analisa 四柱 (Four Pillars of Destiny) alias ⼋字 (Ba Zi), dan 通书 Tōng Shū (All-Knowing Book). Bagi sebagian orang, mereka emoh menyebut “Tōng Shū,” melainkan lebih suka bilang “通胜 (Tōng Shèng). Ini karena kata “书 (Shū)” homonim dengan kata “輸 (Shū)” yang artinya “kalah.” Kata “勝 (Shèng)” bermakna “menang / berjaya,” maka “通胜” berarti “Victorious in All Things.”

Satu hal yang patut dipahami mengenai Tōng Shèng ialah informasinya bersifat “sejuta umat” alias generik yang berlaku buat siapa saja; tanpa memperdulikan komposisi data kelahiran orang per orang. Hence, kalau di Tōng Shèng dikatakan sebagai hari favourable / hoki (untuk sebuah aktivitas) maka sifatnya pun tidak tentu berlaku untuk kita. Kalau kita mau mencari tahu apakah timing tertentu adalah baik atau tidak baik untuk diri kita; maka harus memakai panduan komposisi ba zi lengkap (jam tanggal bulan tahun lahir) kita sebagai acuan. Bukan cuma sekedar melihat apa simbol tahun lahir (shio) saja. Analoginya, pakaian yang dibuat secara personally / tailored measured and made! Ini mengapa, terkadang ada klien yang sudah saya carikan favorable timing berdasarkan ba zi mereka; tetapi kemudian oleh pihak keluarga (biasanya orang tua mereka) diinfokan bahwa kenapa timing yang saya infokan adalah tidak sesuai dengan informasi di Tōng Shèng? Ya tentu beda, karena yang satu memakai pakem ukuran kodian buat sejuta umat; sementara yang satunya lagi adalah mengukur setiap lekuk dan kontur badan dari si pemakai! Jadi jelas saja beda, karena tidak membandingkan dua hal yang sama. Dukuh dibandingkan dengan jeruk Bali (pomelo); atau rambutan dibandingkan sama durian, ya jelas tidak sama atuh!

Selama ini, “Tōng Shèng” atau “Tōng Shū” identik dengan sebutan atau sebagai Farmers’ Almanac / Agricultural’s Calendar karena di masa silam berisi data-data mengenai musim, cuaca yang berkaitan dengan waktu bercocok tanam dan sejenisnya. Hal lainnya yang masih berkait dengan Tōng Shū ialah perlu dipahami bahwa hanya karena bisa membaca Tōng Shū tidak serta merta membuat kita adalah jaminan menguasai ilmu analisa ba zi dan atau ilmu feng shui. Karena selama ini tak jarang dijumpai ada anggapan (yang kurang tepat) seperti begitu. As long as kita bisa mengerti huruf-huruf bahasa Mandarin, maka kita bisa mengakses informasi dalam Tōng Shū. In fact sudah lama ada Tōng Shū dalam versi bahasa Inggris. Informasinya lantas dipakai menjadi pembuatan sebuah kumpulan informasi yang dikenal sebagai “kalender feng shui.” Hence, kalender (meja, bulanan, harian) yang biasanya pemberian dari bank, yang ada catatan favourable timing untuk aktivitas-aktivitas itu adalah bersumber dari Tōng Shū. Begitu pula aplikasi dan atau buku-buku berisi catatan bulan baik hari baik, yang terbit menjelang hari raya Imlek / Konyan, sumber nya ya dari Tōng Shū juga! Traditionally, Hong kong, Taiwan dan Tiongkok adalah sumber aneka Tōng Shū yang menjadi narasumber bagi berbagai pihak diseluruh dunia; yang kemudian menerjemahkan nya kedalam berbagai bahasa dan juga dijadikan buku, penanggalan, Apps, dan aneka informasi lainnya.

Tōng Shū adalah informasi yang sifatnya tahunan, jadi Tōng Shū yang dipakai di tahun ini maka sudah tidak berlaku lagi di tahun berikutnya. In the past, pernah ada seorang klien yang masih menyimpan Tōng Shū peninggalan orang tua nya dari beberapa puluh tahun lalu. Awalnya, ia mengira bahwa “buku dewa / sakti” tadi adalah sesuatu yang berharga yang berisi ilmu top secret. Makanya sampai dibungkus dengan kain merah. Tetapi setelah saya infokan soal Tōng Shū barulah si klien mengerti dan tidak lagi menganggap Tōng Shū sebagai objek worth for worship! Having said that, saya sampaikan pula bahwa buku tersebut tetap punya sentimental & emotional value karena adalah bagian dari warisan almarhum papa nya. Jadi kalau masih mau disimpan, ya silahkan saja.

Tahun Kerbau 2021 – 2022 ini kita berada di tahun kedua dari sebuah siklus/putaran (12 tahun). Inilah salah satu perbedaan sekaligus keunikan dan “signature” dari sistim kalender Tiongkok! Secara formal adalah tahun Kerbau berunsur Yin Metal (⾟丑). Tahun Kerbau Yin Metal 2021 – 2022 diistilahkan pula sebagai tahun “Kerbau Putih (White Ox)”; ini karena salah satu warna dari unsur Metal (Logam) ialah putih. Ada juga yang menyebut sebagai tahun “Kerbau Emas (Golden Ox)”; ini juga karena warna gold (emas) adalah warna dari unsur Logam.

Simbol “⾟ (Yin Metal)” mengacu kepada yang diistilahkan “天⼲ (tiān gān)” sedangkan simbol “丑(Kerbau)”nya mewakili 地⽀ (dì zhī). Secara sederhana, “tiān gān” ialah simbol-simbol dari Lima Unsur (Kayu, Api, Tanah, Logam, Air), karena masing-masing unsur ada 阴(Yin) dan 阳(Yang) maka total ada sepuluh unsur! Dì Zhī ialah sebagai simbol-simbol dari dua belas shio (⼗⼆⽣肖). Sistim sexagesimal “tiān gān dì zhī” telah ada sejak dari era Dinasti 商 (Shāng) alias 殷 (Yīn), circa 1600 BC – circa 1046 BC. Dalam terjemahan ke bahasa Inggris, “tiān gān dì zhī” disebut sebagai “Heavenly Stems Earthly Branches.” Atau kalau dalam catatan-catatan singkat sebagai “HS” dan “EB.”

Untuk memudahkan orang lain memahami aneka istilah feng shui dan ba zi; biasanya instead of “tiān gān dì zhī” saya cukup menyampaikan dalam istilah “Baris Langit & Baris Bumi” saja. IMHO, percuma saja kita menggunakan aneka terminologi teknis yang mungkin bisa membingungkan pendengar atau pembaca, tetapi at the end of the day mereka tidak paham apa yang kita sampaikan. Salah satu “signature” dari buku-buku serta tulisan saya ialah “mudah dipahami,” “bisa menjelaskan aneka hal-hal yang rumit kedalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti!” Demikianlah komentar umum yang selama ini penulis terima dari para pembaca. Ini sejalan dengan salah satu filosofi pribadi, yakni: “Kalau bisa dipermudah mengapa harus diperumit; jika bisa dipersingkat mengapa harus diperlamban.”

Hari yang menandai awal dari musim Semi, dalam penanggalan Tiongkok diistilahkan sebagai “⽴春 (lìchūn).” Lìchūn (the Spring Festival / Beginning of Spring) umumnya jatuh antara tanggal 3 sampai 5 di bulan Februari. Di masa silam dikatakan bahwa apabila cuaca cerah pada hari lìchūn, berarti peluang lebih besar untuk mendapatkan panen pertanian yang berlimpah. Sebaliknya, jika cuaca tidak baik (hujan), maka para petani harus bersiap-siap menghadapi musim panen yang kurang atau tidak maksimal.

In the past, diyakini apabila hari Konyan (过年) jatuhnya sebelum lìchūn, maka berarti secara umum akan lebih besar peluang terjadinya hal-hal yang baik pada tahun tersebut. Kalau hari Konyan nya jatuh setelah lìchūn, maka kebalikannya. Dan jika hari Konyan nya jatuh bertepatan dengan lìchūn, maka mengindikasikan tahun yang penuh kebaikan (truly auspicious)! IMHO, hal ini tidak sepenuhnya akurat. Mirip dengan anggapan bahwa kalau hari Konyan hujan maka adalah tahun yang hoki, dan sebaliknya.

Hal lain yang perlu diketahui. Tidak peduli kapan pun jatuhnya hari Konyan, kalau kita dilahirkan sebelum lìchūn maka artinya kita masih ikut pada simbol hewan (shio) di tahun yang sebelumnya. Jika kita dilahirkan setelah lìchūn maka berarti kita sudah ikut simbol hewan (shio) tahun depan (walaupun Konyan nya belum tiba).

Pada hari lìchūn, kekuatan energi Alam Semesta sedang kuat-kuat nya. Maka diyakini bahwa kita bisa melakukan “atraksi” untuk bikin telur “berdiri.” In ancient time, ada pula tradisi “whipping the buffalo / cow” pada lìchūn. Tujuannya sebagai penanda dimulainya musim pertanian yang baru dan harapan serta simbol agar mendapatkan panen yang berlimpah.

Di belakang hari, selain “tradisi-tradisi” disebutkan diatas; ada pula kebiasaan baru, yaitu melakukan setoran uang ke rekening di bank (biasanya rekening tabungan). Panduan nya memakai apa shio (tahun lahir) kita dan disesuaikan dengan simbol jam dimana aktivitasnya dilakukan. Misalkan, kita ber shio 卯 Kelinci, maka setoran ke rekening dilakukan di jam 未 Kambing (antara 1 – 3 siang); bagi yang shio ⾠ Naga melakukannya pada jam 申 Monyet (antara 3 – 5 sore).

Dasar atau latar belakang dari hal ini ialah: lìchūn adalah awal dari sebuah siklus baru dalam setahun kedepan. Siklus baru nya ialah musim Semi, sebagai simbol dari awal baru, lambang dimulainya kehidupan. Jadi dengan melakukan sesuatu yang positif (menabung) maka diharapkan akan juga menjadi cetak biru bagi hari-hari selanjutnya dalam setahun kedepan. Diharapkan akan membuat kita selalu memiliki uang sepanjang tahun! Aktivitas menyetor uang pada hari lìchūn ini lebih banyak dipromosikan oleh praktisi-praktisi feng shui dari Singapore dan Malaysia. Ini karena secara umum, sejak dulu mereka lebih tetap in-the-know dengan tradisi Tionghoa. Sementara di Indonesia sendiri, diaspora Tionghoa sempat “kehilangan alias amnesia” dengan budaya leluhur; gara-gara kebijaksanaan pemerintahan Soeharto yang rasis. Jadi nya komunitas Tionghoa yang di Malaysia dan Singapore secara umum paham soal-soal yang berkaitan dengan masalah tradisi Tionghoa, termasuk tentunya hal ichwal lìchūn.

Karena secara geografis, Singapore dan Malaysia adalah dekat dengan Indonesia; maka pengaruh energi bumi, yang adalah “subur” bagi segala hal yang berkait dengan spiritual (dalam konteks agama resmi, klenik, dan aneka aktivitas sejenisnya), pun ikut memengaruhi perilaku aplikasi feng shui di Malaysia dan Singapore. Ini kentara pada pendekatan dan aplikasi feng shui yang lebih kental dengan urusan agama dan atau mistis bahkan termasuk ke urusan-urusan yang sebenarnya bersifat takhayul! Ini mengapa pula, IMHO, perlu selalu berhati-hati dan bisa mengingatkan diri agar jangan tanpa sadar membuat kita mengaplikasikan feng shui dan atau ba zi menjadi kearah yang “minim logika dan less objective.” Unless, kalau diri kita nya sendiri yang pada dasarnya memang preference-nya dan atau interest-nya juga ke urusan-urusan mistis, klenik, takhayul! Mengapa begitu? Karena objectively feng shui dan ba zi adalah sebuah kumpulan pengetahuan, bukan sebuah sistim kepercayaan (keagamaan dan atau mistik). Jadi, IMHO, semaksimal nya lah hindari membawa-bawa ilmu feng shui dan ba zi ke ranah alam spiritual keagamaan ataupun mistis apalagi men-downgraded feng shui dan ba zi menjadi sesuatu yang ber-genre takhayul.

Tahun Kerbau kali ini, termasuk atau dikategorikan sebagai tahun Kerbau berunsur Yin Metal (⾟丑). Lambang Kerbau sendiri berunsur tetap Tanah, dengan mengandung pula tiga elemen tersembunyi, yakni: Tanah, Logam dan Air. Karena tidak mengandung unsur Api, maka diistilahkan bahwa simbol Kerbau adalah simbol unsur Tanah yang paling lemah! Kerbau disebut juga sebagai “冬⼟ (Tanah di Musim Dingin).” Jadi bisa dikatakan tahun dengan unsur (Heavenly Stem) Logam Yin berada diatas unsur (Earthly Branch) Tanah. Dalam pakem Wǔxíng (Transformasi Lima Unsur) adalah kombinasi yang klop karena unsur Tanah mensupport / “ibu” dari Logam.

Dalam pakem 五⾏ (wǔxíng), simbol dari unsur Yin Logam ialah objek perhiasan yang menarik dan elegan. Ini adalah sisi positif dari Yin Logam. Sama seperti unsur-unsur lainnya, Yin Logam pun punya aspek negatif nya. Dingin, kejam, tajam bak sebilah belati. Dengan begitu Yin Logam bisa bermakna: dari luar kelihatan lemah lembut, ramah, anggun bak permata dan perhiasan; tapi di dalam dirinya memiliki karakter yang keras tegas dingin. Inilah mengapa secara umum, karakter serta tindakan orang-orang yang berunsur tetap (Day Master) nya Yin Logam ialah bisa keras dan drastis dengan tendensi untuk mengambil sikap yang ekstrim dalam mencapai keinginan dan tujuan mereka. Walaupun dari luar kelihatan lembut tetapi keras di dalam!

Jangan lupa pula, simbol Kerbau adalah “Tanah di Musim Dingin” yang artinya juga ilustrasi dari “tanpa kehangatan.” Aspek dingin dan kejam nya belati ditambah dengan aspek dinginnya sang Kerbau, maka menggambarkan suasana yang suram, mengkhawatirkan bahkan berbahaya. Ini kalau kita lihat dari sisi (kemungkinan dan potensi) negatif nya. Tapi jika kita tinjau dari sisi positif maka situasi kondisi yang menarik dan elegan (Logam Yin) serta keadaan yang penuh semangat dan produktif (sang Kerbau).

Dalam budaya Tiongkok, hewan kerbau melambangkan ketekunan, kerajinan, kesederhanaan dan kekayaan. Hence, karakteristik tahun bersimbol Kerbau ialah kita harus kerja lebih tekun rajin untuk / baru mendapatkan hasil. Sepanjang kita tidak khawati untuk berusaha dan berkarya dengan maksimal (lebih tekun, lebih rajin, lebih keras, lebih cerdas), maka kita tidak perlu cemas tidak dapat hasil! Di tahun Kerbau aspek kesederhanaan dan kejujuran menjadi lebih dibutuhkan. Di tahun Kerbau harus hidup lebih jujur demi keselamatan! Demikianlah “name and rules of the game” yang perlu kita ketahui dan aplikasikan selama tahun Kerbau!

Setiap simbol shio memiliki sisi positif dan negatif. Sisi kurang dari simbol Kerbau ialah perilaku yang konserfatif, lamban dan keras kepala. Kalau sifat-sifat ini yang keluar maka bisa dalam wujud kemajuan yang lamban, atau bahkan jadi terhambat. Sulit untuk mendapatkan breaktrough dalam aneka hal karena sikap kepala batu. Ini berlaku dalam level individu maupun masyarakat. Bagi yang di ba zi nya sudah berlimpah unsur Tanah, dan atau Logam serta Kayu harap lebih hati-hati dengan masalah ini.

Saat unsur Tanah mengalami ketidak-seimbangan (terlalu kuat atau terlalu lemah), kondisi ini bisa mencetuskan aktivitas alam yang berkait dengan unsur Tanah seperti tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, jalanan amblas. Itu dalam skala besar dan berimbas pada orang banyak; pada skala yang lebih kecil dan berimbas pada orang per orang, bisa saja berupa kepusingan gegara dinding bangunan kita retak bahkan rubuh, gegara amblasnya tanah di pekarangan, atau lantai keramik dibangunan kita ada masalah. Jalanan yang setiap saat kita lalui juga dikategorikan sebagai unsur Tanah, maka ini bisa pula dimaknai sebagai resiko kecelakaan lalu lintas. Ini mengapa, bagi kita yang secara energi ba zi terkena clash maka perlu lebih berhati-hati di jalan.

Pada 4:53 pagi tanggal 31 Agustus 1997, Lady Diana, Princess of Wales meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Kalau menilik dari aspek ba zi saja (tanpa menganalisa aspek Manusia & faktor feng shui), maka Lady Diana terkena yang diistilahkan sebagai “Earth (Triple) Penalty” dimana simbol-simbol Kerbau – Kambing – Anjing “bertemu.” Pada ba zi Lady Diana sudah ada simbol Kambing (di komponen tanggal / Day Master) dan simbol Kerbau (di bagian tahun lahir / shio). Unsur Tanah dalam ba zi nya juga adalah berlimpah. Hari dimana terjadinya kecelakaan fatal ialah pada hari bersimbol Ular di tahun bersimbol Kerbau. Jadi dengan “muncul” nya simbol Ular, maka “menggenapi” “Earth (Triple) Penalty.” Dan juga simbol tahun (Kerbau) adalah clash dengan simbol (Kambing) di bagian tanggal dan dengan simbol (Kerbau) di bagian tahun kelahirannya. Hari dimana terjadinya kecelakaan maut, juga hari dimana unsur Tanah nya berlimpah. Menilik semua info diatas, maka bukan sebuah kebetulan dan atau sesuatu yang aneh kalau nasib naas dialami oleh almarhumah dan kejadiannya berupa kecelakaan lalu lintas (terkait dengan unsur Tanah)!

Karena simbol Kerbau mengandung pula energi Air yang kuat, maka masalah dan atau kepusingan dari unsur Air, misalnya banjir, curah hujan yang tinggi, atau bahkan tsunami, termasuk pula resiko terjadinya kecelakaan di air (sungai, danau, laut). Atau dalam skala orang per orang, bisa saja berupa masalah kebocoran bangunan, urusan plumbing. Unsur Air ialah manifestasi dari komunikasi dan networking. Berlimpah nya Air di tahun Kerbau, bisa berarti terjadinya komunikasi dan interaksi yang lebih smooth dan fluid diantara sesama individu, dan atau antara masyarakat bangsa negara. Ini pada sisi positif. Jika dari sisi negatif, unsur Air yang banyak bisa bermanifestasi dalam wujud merebaknya rumors, aktifnya peredaran hoaxes, makin intensnya perdebatan atau polemik bahkan hujatan fitnah antara orang per orangan maupun masyarakat, termasuk pada gaya hidup yang mengumbar aktivitas syahwat.


Secara umum, “Earth (Triple) Penalty” dimana simbol-simbol Kerbau – Kambing – Anjing “bertemu,” akan mendatangkan aneka hal-hal tidak positif bagi kita. Urusan hubungan (dengan pasangan, keluarga, teman, dan orang lain) yang tidak kondusif, perkara hukum, kekhawatiran yang intens, resiko kecelakaan lalu lintas, bahkan juga gangguan tumor / kanker! Jadi bagi kita-kita yang di ba zi nya mengandung “Earth (Triple) Penalty” perlu lebih hati-hati. Begitu pula yang ba zi nya sudah ada simbol Kambing & Anjing, maka tahun Kerbau akan “menggenapi” sehingga “Earth (Triple) Penalty” nya pun muncul! Having said that, kita tidak perlu jadi parno berlebihan karena urusan ba zi hanyalah salah satu bagian saja; masih ada faktor Manusia (⼈) dan Bumi (地). Nah manakala secara faktor Langit (天) lagi kurang atau tak kondusif, maka dengan kita maksimal di Ren dan Di, maka berarti kita telah meminimalkan hal-hal negatif yang mungkin akan menimpa diri.


Bagi yang di ba zi nya ada simbol Kambing, Kerbau, terutama jika simbol Kambing atau Kerbau nya di komponen tanggal dan atau tahun lahir, maka diminta agar lebih berhati-hati karena selama tahun Kerbau 2021 terkena clash atau yang populer disebut sebagai “ciong.” Nah kata “ciong” berasal dari kata ”冲 (chōng).” Dalam ba zi ada yang disebut sebagai”六合 (liùhé)” atau “Six Harmony Combinations” a.k.a “Secret Friend.” Interaksi antara Tikus dan Kerbau adalah termasuk liùhé. Ini mengapa, bagi yang terkena clash, dianjurkan untuk membawa / mengenakan simbol atau objek Tikus. Analogi sederhananya ialah: si A adalah teman baiknya si B. Maka bagi orang-orang yang ada friksi dengan si A perlu meminta bantuan dari si B, untuk menjadi juru damai.

Simbol dan atau objek tikus nya bisa berupa (sekedar) print out, gantungan kunci, liontin, ataupun patung kecil, dan sebagainya. Please use and maximise your creativity and imagination! Bagaimana bagi kita-kita yang di ba zi nya ada simbol Kuda, memakai objek Tikus bukan kah akan malah bikin clash karena simbol Tikus dan Kuda adalah “musuh berat?” Tidak usah khawatir, dalam konteks ini dan untuk kepentingan ini maka bisa serta boleh. Ini seperti saat kita memanfaatkan morphine untuk keperluan medis. Ini tak beda dengan kita justru memakai tanaman kaktus guna me rectify kasus-kasus tertentu dalam feng shui! Dalam sikon normal, morphine adalah merugikan kesehatan. Dalam sikon normal, tanaman kaktus adalah merusak feng shui.

Setiap tahun akan ada yang kurang diuntungkan dan sebaliknya. Nah pada tahun Kerbau, bagi yang di ba zi nya ada simbol Tikus, Ular, Ayam; terutama jika simbol-simbol tadi di komponen tanggal dan atau tahun lahir, maka akan berada dalam periode yang positif dan atau mengalami tahun yang lebih harmonis. Secara umum, akan lebih mudah mencapai hal-hal yang diinginkan. “太岁 (Tàisuì)” ialah salah satu terminologi (yang terkait ke aspek spiritual; kepercayaan Daoisme). Bagi simbol hewan yang mengalami ciong (冲), yaitu simbol Kambing dan Kerbau (terutama di bagian tanggal dan atau tahun lahir), selama tahun Kerbau 2021 dikatakan mengalami “犯太歲 fàn tàisuì.” “犯” berasal dari kata “冒犯” yang artinya “menyinggung (offend).” Sedangkan istilah ”太岁 (Tàisuì)” ialah untuk mengacu kepada planet Jupiter (⽊星 Mùxīng). “Tàisuì” dalam istilah bahasa Inggris nya diterjemahkan sebagai “Grand Duke.”

Dalam konteks feng shui, istilah “Grand Duke” mengacu pada jenis energi negatif yang datang ke arah tertentu dan dapat membuat suatu area bangunan atau properti rawan kecelakaan. “Grand Duke Jupiter” atau “Grand Commander of the Year” adalah istilah alternatif, yang juga dipakai. Untuk tahun Kerbau 2021, posisi 太岁 (Tàisuì) ada di (东北) Timur Laut.

Dalam metode Traditional Chinese Medicine (TCM), unsur Logam terkait dengan jalur dan organ pernafasan. Bukan sebuah kebetulan pula kalau pada tahun Tikus 2020 berunsur Logam Yang (庚), kita semua dipusingkan oleh masalah pandemi Covid-19 (masalah kesehatan yang berhubungan dengan pernafasan). Most likely, masalah ini masih akan berlangsung di tahun 2021 (berunsur Logam Yin / ⾟). Bagi yang ba zi nya terlalu lemah di Logam, maka resiko terkena nya akan lebih besar. Logam juga berkaitan dengan kulit; jadi gangguan kesehatan kulit pun tetap besar. Terutama kalau kita memang sudah ada (existing issue) dengan masalah kesehatan kulit, jalur dan organ pernafasan.

Unsur Api yang lemah, membuat organ Jantung, darah, kesehatan mata menjadi rentan. Ini karena semua organ tadi adalah termasuk berunsur Api. Jadi resiko terjadinya problem-problem di bagian dan organ tadi menjadi meningkat. Bagi yang ba zi nya terlalu lemah atau terlalu kuat di Api, maka resiko nya akan lebih besar.
Unsur Api yang lemah juga akan membuat unsur Tanah (Kerbau) jadi rapuh. Tanah berkaitan dengan organ pencernaan, diabetes, tumor, kanker, Limpa. Jadi resiko gangguan di semua aspek tadi pun akan lebih besar. Bagi yang ba zi nya terlalu lemah atau terlalu kuat di Tanah, maka resiko nya akan lebih besar.

Pada dasarnya, simbol Kerbau mengandung energi Air yang kuat, ditambah lagi unsur Api yang lemah selama 2021; maka dua faktor tadi akan membuat unsur Air menjadi sangat berlimpah (baca: tidak seimbang). Akibatnya bisa mempertinggi resiko gangguan pada organ yang dikategorikan sebagai unsur Air, yakni: alat reproduksi, Ginjal, sistim urinary, dan pendengaran. Perlu menjadi perhatian pula, untuk teman-teman yang di ba zi nya sudah “banjir” unsur Air nya maka perlu memerhatikan kesehatan organ unsur Air. Dan juga bisa lebih mengontrol masalah libido, khususnya jika dalam ba zi memiliki “bintang 桃 花 (Peach Blossom).”

Lima Unsur juga sebagai simbol kondisi emosi. Api dengan rasa senang, Tanah dengan rasa resah, Logam dengan rasa sedih, Air dengan rasa takut, Kayu dengan rasa marah. Jadi bukan sebuah kebetulan pula kalau tahun Tikus (Air) Logam Yang 2020, kita mudah sekali dikontrol oleh perasaan takut dan sedih. Berkecamuknya pandemi terbukti telah menyelimuti dunia dengan ketakutan akan ketularan Covid-19 dan kesedihan karena jutaan nyawa hilang. Berawal dari masalah kesehatan, lantas berkembang menjadi krisis ekonomi; dimana mayoritas orang takut kehilangan kerjaan, takut bisnis nya bangkrut. Dan bagi sebagian yang akhirnya benaran jobless and or bankrupt tentunya adalah sebuah kesedihan!

Tahun Kerbau (Tanah) berunsur Yin Metal (⾟丑) 2021 diselimuti oleh rasa kecemasan dan kesedihan. Sebagian besar tentunya karena imbas porak poranda nya aspek kesehatan dan keuangan dunia. Sebagian besar negara masih terkena efek pandemi. Masalah lemah nya unsur Api, juga membuat rasa senang dan optimis jadi berkurang. Manakala manusia kurang optimisme dan happiness, maka ikut pula memengaruhi perilaku kita dalam mengeluarkan uang. Akan jadi lebih hati-hati atau bahkan takut-takut. Begitu juga sebaliknya. Energi Api lebih menonjol pada periode antara tahun 2013 sampai 2017. Kehadiran unsur Api membuat periode tersebut sebagai era dimana perekonomian secara umum mengalami kemajuan, termasuk dalam bursa saham. Masuk tahun 2018 (Anjing), energi Api mulai melemah. Dan benaran “kaput” alias “mati” pada tahun 2019 (Babi). Energi Air mulai mendominasi, rasa takut pun mulai mendominasi. Energi Api baru akan “kembali berkobar” pada tahun 2025.

Perang dagang antara Amerika versus Tiongkok; hubungan yang tidak mesra antara Australia dengan Tiongkok memang disebabkan oleh berbagai aspek; meski begitu kontribusi dari faktor komposisi energi (unsur) tahunan juga ikut memengaruhi. Pada tahun 2008 silam, terjadi pelemahan ekonomi dunia. Bukan sebuah kebetulan pula tahun 2008 adalah tahun Tikus (unsur Air) berunsur Tanah Yang. Air = rasa takut; Tanah = rasa cemas.

Memerhatikan komposisi unsur-unsur, biarpun secara umum tahun 2021 adalah periode yang tidak terlalu “ceria dan optimis,” tetapi kita tidak perlu lantas jadi ikutan larut terbawa oleh suasana emosi yang “gloom and doom” tersebut. Tetapi justru kebalikannya, walau tak mudah, kita malah perlu bisa “melawan” perasaan cemas dan sedih nya. Dengan pada diri kita punya sikap optimis dan positif, barulah kita dapat meliwati hari-hari dengan lebih fokus optimis dan produktif. Jangan lupa bahwa masih ada faktor Manusia dan Bumi yang bisa membantu menutupi kelemahan-kelemahan pada faktor Langit (komponen unsur-unsur tahun yang sedang berjalan dan ba zi kita).

Secara umum, aktivitas bisnis unsur Api akan diuntungkan selama tahun Kerbau 2021. Dalam teori Transformasi Lima Unsur, Api melemahkan (melelehkan) Logam, dan Logam adalah “uang” bagi Api. Bisnis fotografi, film, periklanan, bahan kimia, elektronik adalah beberapa contoh.

Bisnis unsur Tanah juga akan diuntungkan. Dalam teori Transformasi Lima Unsur, Tanah melemahkan Air dan menghasilkan Logam. Logam adalah simbol aktivitas dan produktivitas bagi Tanah. Air (yang terkandung dalam simbol Kerbau) adalah “uang” bagi Tanah. Bisnis properti, bidang makanan (kombinasi unsur Api & Tanah), peternakan, supermarket adalah beberapa contoh.

Bisnis unsur Logam mengalami periode yang penuh persaingan karena tahun Kerbau 2021, unsur Logam nya berlimpah. Jadi ibarat pesaing kita ada dimana-mana, tentu akan semakin berat untuk mendapatkan keuntungan. Dan juga “uang” bagi Logam, yakni unsur Kayu, tidak banyak. Bisnis perhiasan, produk kulit asli, mobil motor, besi baja adalah beberapa contoh.

Bisnis unsur Air juga kurang kondusif. Ini karena “absen” nya unsur Api yang adalah “uang” bagi Air. Bisnis transportasi, telekomunikasi, minuman (kecuali minuman alkohol) adalah beberapa contoh.

Bisnis unsur Kayu pun tidak beda jauh. Mengapa? Ini karena “uang” bagi Kayu, yakni unsur Tanah adalah lemah. Ingat, Kerbau adalah simbol unsur Tanah yang paling lemah! Kerbau disebut juga sebagai “冬⼟ (Tanah di Musim Dingin).” Bisnis hasil bumi, kertas, tekstil, green grocer adalah beberapa contoh.

Sebagai informasi sekaligus pengingat untuk pembaca, semua informasi yang disampaikan pada tulisan ini adalah bersifat umum saja. Jadi tidak bisa serta merta ditelan mentah-mentah dan atau diaplikasikan begitu saja. Karena kalau mau secara lebih jelas, detail dan akurat maka tentunya informasi ba zi kita secara detail harus diketahui / dianalisa secara proper. Dengan begitu akan pula didapatkan informasi yang lebih akurat bagaimana outlook kita personally selama tahun Kerbau 2021.

Sebagai contoh, biarpun mungkin kita bisnis di bidang unsur Api dan atau Tanah, dua bidang bisnis yang lagi naik daun selama tahun Kerbau 2021; tetapi kedua bidang tersebut bukan bidang yang cocok dengan ba zi, tetapi hoki tahunan atau hoki sepuluh tahunan kita lagi jelek, tetapi sikon feng shui bangunan (rumah dan tempat bisnis) kita tidak ramah, tetapi manajemen & pengelolaan bisnis nya lemah; maka bisa saja bisnis kita mengalami kemunduran.

Atau sebaliknya, mungkin kita berbisnis dikategori bisnis berunsur Logam, Air, Kayu. Secara teori adalah bidang-bidang yang lagi kurang oke selama tahun Kerbau 2021. Tetapi karena itu adalah bidang / unsur yang cocok dengan ba zi, tetapi hoki tahunan dan atau sepuluh tahunan kita lagi baik, tetapi kita kuat di manajemen dan pengelolaan bisnis, tetapi feng shui rumah dan tempat bisnis kita bagus; maka tidak tertutup kemungkinan bisnis kita akan tetap moncer dan fruitfull.

In the past, ada beberapa klien yang bertanya apakah perlu membuka divisi baru yang disesuaikan dengan jenis bidang / unsur yang lagi hoki di tahun yang berjalan? Tentu tidak perlu khusus membuka karena mengikuti panduan unsur bisnis yang happening di tahun tertentu. Kecuali mungkin memang sebelumnya sudah niat membuka jenis bisnis nya.

Bagaimana dengan yang umum diistilahkan sebagai “ramalan / nasib” dua belas shio? Secara terbuka dan objektif omong, informasi model itu bisa mislead. Apalagi kalau di informasinya tidak diberikan disclaimer ke pembaca. Kalau untuk feel good and fun reading sih, silahkan-silahkan saja. Mengapa begitu? Karena dasar yang dipakai buat menganalisa, hanya shio alias tahun lahir saja. Padahal komposisi kelahiran kita semua bukan hanya terdiri dari tahun saja. Masih ada komponen jam, tanggal dan bulan. Nah, mengapa semua komponen ini diabaikan? Kenapa tidak juga ikut dianalisa? Hence why, personally saya tidak pernah tergerak untuk menulis buku mengenai “ramalan” dua belas shio, meski pihak penerbit Gramedia sering menyarankan saya untuk juga bikin “ramalan 12 shio” setiap tahun! Silahkan saja kalau pihak lain berbeda pendapat akan hal ini, semua tadi sepenuhnya sah-sah dan hak mereka. Saya berpendapat tidak mau ikut-ikutan arus dalam menyebarkan informasi yang masih banyak kelemahan dan keakuratan nya minim. Ibaratnya, saya tidak mau sembarangan go with the flow and follow the crowds mempropagandakan bahwa Sinterklas itu benar ada dan bermukim di North Pole.

Having said that, agar pembaca tidak kecewa dan atau “broken heart,” maka saya singgung sekilas mengenai topik “12 shio.” Sebagai panduan umum perhatikan saja pada ba zi kita masing-masing. Lihat, apakah ada simbol shio Kerbau dan atau Kambing? Semakin banyak, semakin kurang kondusif lah outlook di tahun Kerbau. Especially kalau simbol Kerbau dan atau Kambing nya ada di komponen tanggal dan atau tahun. Perhatikan pula, bagaimana status ⼤运 (ten yearly / big luck) kita? Jika dalam status yang bagus dan hoki, maka akan meminimalkan ketidak baikan pada ⼩运 (annual / small luck). Perlu kehati-hatian dalam semua aspek kehidupan, kalau both small and big luck kita lagi kurang oke! Dalam masa (jam, hari, bulan, tahun) yang clash / ciong, yang kita lihat dari kira adalah bongkah emas, bisa jadi saat kita raih ternyata hanyalah batu kerikil. Urusan kecil bisa tiba-tiba flare-up dan out of control menjadi masalah besar dan serius. Hence why, anjuran umum yang favorit ialah: “perbanyak kesabaran, tingkatkan sikap mengalah, pertebal kehati-hatian manakala kita sedang ‘bau apek’ alias lagi di masa sial.”

Selalu optimis dan positif, meski dalam sikon yang kurang baik. Kabar baik nya ialah, baik buruk nya ba zi itu hanyalah satu bagian saja yang memengaruhi hasil akhir baik jeleknya kehidupan. Masih ada pengaruh dari faktor Manusia (usaha dan tindakan kita) dan faktor Bumi (baik buruknya lokasi dan bangunan dimana kita selalu berada)! Jadi kalau ternyata secara ba zi, tahun Kerbau ini outlook nya kurang bagus, bukanlah the end of the world. Jadi tak perlu parno! Begitu pula kebalikan nya. Meski secara ba zi, hoki kita lagi bersinar kinclong, tidak lantas jaminan akan ujug-ujug ter-materialisasi dalam kehidupan nyata. Kalau faktor Manusia dan Bumi nya lemah, maka bisa saja ending nya kehidupan kita tetap “begini-begini” saja. Syukur-syukur tidak jeblok! Jangan lupa ungkapan “天時地利人和 tiānshídìlìrénhé,” yang maknanya “right time right place right person,” barulah terciptanya kehidupan yang harmonis, bahagia, sehat dan sejahtera!

Bagaimana dengan aneka ritual yang umum dilakukan guna menghilangkan atau meminimalkan kesialan, tolak bala, mengundang rejeki, dan sebagainya? Silahkan saja kalau kita mau melakukannya. Paling tidak, dengan mengerjakannya bisa memberikan ketenangan pikiran dan perasaan. Karena sebenarnya ini juga adalah cara me”rectify” yang negatif dari/pada level yin (kepercayaan, spiritual, dan sejenisnya). Yang tidak boleh diabaikan, kita tetap juga harus melakukan “rectification” dari level yang (manusia nya berusaha dan berbuat yang positif semaksimalnya dan juga memastikan faktor Bumi atau feng shui kita sudah positif). Umumnya, karena sudah melakukan “perbaikan” di level yin (baca: kias, doa, ritual) maka merasa sudah beres dan sudah aman! Padahal analogi nya, saat kita sakit kita hanya sebatas melakukan doa atau didoakan. Tapi secara fisik dan medis, kita tidak melakukan pengobatan apa-apa. Tentu kalau seperti ini, bagaimana problem kesehatan nya bisa sirna?

Salah satu tips sederhana dan tidak cost a bomb ialah selama di tahun yang tidak kondusif alias lagi ciong, maka lebih sering lah mandi air sea salt. Atau kalau prefer, maka lebih rutin berendam di laut untuk beberapa menit. Ini adalah salah satu cara untuk meng-cleansing diri dari energi negatif. Untuk detail teknis aktivitas “cleansing” ini silahkan baca penjabaran lengkap dan detail nya di salah satu buku saya.

Menjelang dan selama periode Konyan, akan ada pula beredar informasi mengenai mengenakan pakaian warna tertentu untuk masing-masing shio. Again, informasi ini juga adalah yang bersifat sejuta umat. Mau menerapkan nya silahkan saja; tidak pun tidak apa. Masalah warna keberuntungan, ya harus disesuaikan dengan ba zi kita. Dan terpenting, kita perlu pula bisa realistik. Masa sih hanya karena kita mengenakan pakaian warna hoki (berdasarkan informasi yang sifatnya sejuta umat) akan serta merta bikin kita jadi hoki?

Bagaimana dengan info mengenai beragam istilah mengenai shio Kerbau? Tak usah bingung, lain praktisi punya beda terminologi yang mereka gunakan. Jadi tak perlu dibikin bingung dengan istilah-istilah seperti: “Kerbau dalam hutan,” “Kerbau dalam kandang,” “Kerbau lagi berkubang,” “Kerbau sedang membajak sawah,” dan sebagainya. Asal kita jangan jadi “Kerbau dicocok hidung” atau “Kerbau digiring ke penjagalan” saja!

Last but not least, perlu selalu lebih objektif dan realistik lah dengan yang namanya ramalan! Dan tentunya juga dengan aktivitas meramal. Kita semua punya preferensi dan pendapat yang beda mengenai aktivitas ramalan dan meramal. IMHO, kalau tidak hati-hati maka bisa tidak positif. Mengapa? Kita (dalam kapasitas sebagai objek alias yang diramal) jadi kurang percaya diri dan ketergantungan kepada semua informasi dari ramalan. Kita (sebagai subjek alias yang meramal) bisa kebablasan jadi punya ilusi atau merasa bahwa yang kita ramalkan mengenai seseorang ataupun sebuah peristiwa adalah tepat. Padahal fakta di kehidupan adalah tidak begitu. Kalau benaran kita akurat dalam memprediksi; mengapa pula hidup kita masih tidak (secara finansial, ketenaran, kesehatan) maksimal? mengapa pula kita tidak meramal untuk diri sendiri saja agar hidup makmur tajir melintir biar tidak usah capek-capek masih memberikan jasa ramalan untuk orang lain!

Fenomena lain yang sering dijumpai ialah kita seakan alpa, mengira bahwa analisa ba zi yang kita lakukan itu adalah sebuah prediksi yang sudah pasti akan set in the stone. Padahal kehidupan tuh tidak purely solely ditentukan oleh faktor Langit (ba zi) saja. Masih ada pengaruh dari faktor Manusia (usaha dan tindakan kita) serta faktor Bumi (feng shui) bangunan rumah dan komersial dimana setiap hari kita berada. Jadi faktor Tian – Ren – Di inilah yang akan menentukan bagaimana hasil akhir dari kehidupan kita, dan bagaimana ending sebuah kejadian. Dan yang juga tak kalah “menarik” nya, seringkali kita-kita yang merasa “still yakin” dalam meramal, justru ironisnya adalah yang mengandalkan apps / kalkulator hitung ba zi. Jadi sebetulnya yang piawai “memprediksi” itu adalah sang apps dan atau si kalkulator nya. Kita hanyalah sekedar sang operator saja! Tak beda dengan juru operator mesin X-ray, USG; mirip dengan juru mesin produksi di pabrik. Pernahkah kita terpikirkan dan berani jujur berintrospeksi, in the event dimana for whatever reason/s, apps dan atau kalkulator ba zi nya tidak ada; apakah kita masih bisa menganalisa? Atau apakah kita akan lumpuh dan tidak bisa secara manual menganalisa?

Jangan lupa, bahkan 诸葛亮 (Zhū Géliàng) alias Kongming alias Kongbeng (181-234 AD) yang sangat pakar mengenai feng shui & Chinese Metaphysics pun tidak berani / gegabah dalam meramal. Salah satu ucapan beliau yang terkenal ialah: “将来的事谁说也不清楚 Masa depan siapapun tidak bisa secara jelas/pasti meramalnya.” Bahkan sosok selevel 老 子 (Lǎozi) pun berujar: “知者不⾔, ⾔者不知” (“Those who have knowledge, don’t predict. Those who predict, don’t have knowledge.”)

Hence why, kita perlu lebih objektif dan cerdas dalam mencerna sebuah informasi. Tak kalah penting nya perlu pula untuk bisa menyesuaikan informasinya dengan/ke sikon pribadi kita. Dengan begitu kita tidak memakai standar sejuta umat dan mentah-mentah meng-copy paste ke diri kita. Busana yang kodian saja bisa bikin tidak pas dan tak nyaman dikenakannya. Apalagi berkaitan dengan masalah yang sangat serius dan penting seperti soal ba zi, yang menyangkut nasib kita; masa kita mengabaikan kaidah tailored made?

Ba zi kita masing-masing adalah uniquely our and everyone’s different, maka tidak mungkin kita membabi buta meramal dan atau mengatakan shio ini akan begini, shio itu akan begitu di tahun Kerbau. Sesuatu, yang IMHO, kurang bijak dan kurang bertanggung jawab; yang bisa menyesatkan orang lain.
天時地利人和 tiānshídìlìrénhé, right time right place right person! AND don’t forget to see the positive part in all situations, even during difficult times! Life is actually Wonderful.

Lastly, “on the path to achieving positiveness and success, the rule is to always to look ahead. No one can go back in time to change what has happened; so work on our present to make ourselves a wonderful future. May we reach our destinations, and may our journeys be a wonderful and fruitful one in the upcoming Chinese New Year of the Ox and beyond. We may be far apart, we may only interact via my articles, but you are always in my heart. Wishing all valued readers, valued clients, family, and friends a blessed upcoming New Year of the Ox full of health, laughter, and prosperity. May all your dreams, hopes, and wishes come true. Cheers to a better life and a brighter future! And a very optimistic positive healthy happy wealthy upcoming Chinese New Year of the Ox to you and family.” – xoxoxo, Suhana Lim.

Covid-19 and The Rat Year 2020

By: Suhana Lim.

In the lead up to 2020, the whole world has been troubled by Covid-19. Starting from the health crisis then continues to be a deep financial crisis around the world, which is still happening right now.

2020 is the year of庚子 or Yang Metal Rat. Water is the fixed element of the Rat. One of the characteristics of the Water element is anxiety or worry or fear. This is a manifestation of the feeling we have all experienced since the outbreak of the pandemic. Metal is associated with the respiratory tract organs and Lungs. Covid-19 is a disease that attacks these organs.

People whose Metal element is weak will naturally be more susceptible to Covid-19. Having said this, it does not mean that those with strong Metal element can neglect to maintain health. Regardless of what the status of our Metal element in our ba zi (personal energy chart) is, maintaining personal hygiene and complying with all health protocols must still be done to minimize the risk of contracting Covid-19.

People whose elements of Water, Wood and/or Fire that are weak are more prone to psychological disorders. This is because various restrictions on social activity affect our mental health. It has been proven that since the pandemic and lockdown or social activities restrictions have been implemented, the level of stress, anxiety, depression and even suicide, divorce has increased!

Will this pandemic bring an apocalypse? Will it destroy human civilization? Well, to be honest I don’t have a crystal ball, and I’m not a psychic either. Having said that, from a feng shui perspective; as the energy of the Year of the Rat passes, all these glooms and dooms are likely to subside! The manifestation of this is especially with the nearing of the discovery of a vaccine for Covid-19.

I have shared all the above information several months prior to entering the 2020 Rat year to all my valued clients, and through many articles that I shared via social media. I am sharing this information again to those who haven’t read and to refresh the memory of those who have read it before.

May we all always be physically and mentally healthy!

On Earth As In Heaven


Oleh: Suhana Lim

In Heaven: the Beginning.
On Earth: the Spring.
In Human: phase from birth till adolescence.

Dalam skala yang paripurna, segalanya memiliki tiga realm. Alam dan dimensi Langit / spiritual, Dunia / fisik dan Manusia / kehidupan. Di dunia (bumi dan kehidupan manusia) seperti yang terjadi di Langit / surga. “your will be done on Earth as it is in Heaven” (Matthew 6:10).

Officially, hari ini di the Southern Hemisphere masuk ke musim Semi. Boleh dikata adalah periode yang banyak dinantikan oleh mayoritas orang. Warna warni aneka bunga bermekaran everywhere, suhu yang lebih hangat, cuaca yang lebih terang dan panjang, burung-burung pun lebih rajin berkicau. Menggantikan kebekuan hawa dingin dan gloomy weather during the past months. Traditionally, warna-warni Spring dalam busana pun lebih hidup dan bervariasi.

Manakala kehidupan kita sedang aktif-aktifnya, lagi positif-positifnya serba bright and colorful, fase ini adalah kategori “Spring time” nya kita. Kalau dikaitkan dengan usia biologis manusia, periode “musim Semi” terjadi pada saat dari kita lahir hingga usia remaja; saat dimana pertumbuhan fisik dan psikis lagi aktif dan kuat.

On Earth as is Heaven, di dunia (bumi dan kehidupan manusia) seperti yang terjadi di langit / surga. “your will be done on Earth as it is in Heaven” (Matthew 6:10).

Semoga kita semua lebih banyak berada dalam fase “Spring phase” hari ini dan setiap saat!🙏

Fenomena Halusinasi Dalam Bela Diri!


Oleh: Suhana Lim

Di Taiwan ada seorang juara bela diri yang menjadi korban penikaman menggunakan senjata tajam. Setelah ditangkap polisi, si pelaku mengungkapkan motivasi nya itu ialah agar dirinya menjadi juara satu / paling hebat. Jadi yang bersangkutan mau mencari cara tersingkat dan terefektif guna menjadi numero uno alias juara satu dalam dunia bela diri.

Insiden diatas adalah salah satu berita nyata yang pernah saya baca puluhan tahun lalu. Saya lupa itu juara Judo (atau aliran lain?), tidak inget pula apakah si juara akhirnya meninggal atau selamat setelah ditusuk? Kalau sekiranya ada pembaca yang memiliki info yang lebih akurat seputar insiden ini, silahkan berbagi dan atau mengoreksi saya kalau memori saya tidak tepat!

Dunia bela diri merupakan “panggung” yang penuh dinamika dan daya tarik. Sebuah komunitas, theater yang khas dan penuh hal-hal yang sangat menarik. Dan tentunya jangan lupa istilah Chinese yang mengistilahkan sebagai dunia “江湖” alias kangauw alias rimba persilatan! Sebuah dunia yang mayoritas komunitasnya terdiri dari sosok-sosok keras, dengan karakter-karakter yang menarik dan unik; sarat dengan solidaritas sekaligus semangat persaingan antara satu sama lainnya. Bahkan dalam sebuah lineage saja bisa terjadi rivalitas, apalagi antara aliran yang beda! Jadi hal ini adalah sebuah fenomena biasa sudah sejak ribuan tahun silam dan masih dirasakan hingga sekarang.

Belum lama ramai soal duel, yang terjadi di Tiongkok, antara pelaku bela diri modern dengan oknum praktisi bela diri tradisionil. Yang akhirnya menimbulkan pro kontra; dengan masing-masing pendukung membela jagoan nya masing-masing.

And recently, dunia 江湖 di Indo lagi ramai dengan kemunculan sosok oknum pendekar yang seakan memiliki kehebatan fisik yang diatas rata-rata. Yang bahkan Mas Oyama saja belum tentu sanggup melakukannya. Si oknum pendekar sanggup menghancurkan pilar beton, memiliki speed reflek yang fantastis yang bisa mengalahkan kecepatan desingan peluru; dan masih ada beberapa lagi kehebatan nya.

Mencermati fenomena-fenomena tadi tentu adalah kembali mengingatkan kita semua agar bisa lebih objektif, lebih realistis melakoni bela diri.

Masing-masing style, aliran punya cara nya masing-masing untuk menempa agar fisik bisa lebih kuat dan tahan. Makanya ada yang namanya teknik hojo undō (補助運動), tameshiwari (試し割り), 試切)tameshigiri, ngoki, hand and leg conditioning, dan aneka istilah lainnya.

Bahkan kita harus pula berani candid mengakui bahwa sebenarnya ada trik-trik khusus dalam melakukan demo pemecahan atau penghancuran benda keras. Jenis papan, potongan besi, batako, bata, dan lainnya adalah dari jenis tertentu. Bahkan cara memukulnya dan poin/sasaran nya pun ada kiat-kiat nya tersendiri. Sudah sejak as early as awal tahun 70an, salah satu old time favorit demo ialah memisahkan/memecahkan pantat botol (biasanya botol bir); nah ini pun ada trick tersendiri. Jadi as long as semua tradecraft nya kita pahami maka lebih mudah untuk mendemonstrasikan nya. Sehingga end result nya yakni mendatangkan decak kagum, tepuk tangan meriah dari para penonton pun bisa diperoleh!😅😉

Tak boleh dilupakan, dalam melakoni bela diri (berlaku pula bagi pelaku feng shui), IMHO terpenting kita bisa lebih realistik, lebih objektif. Betul dengan tekun dan rajin menempa diri, menggembleng fisik kita bisa istilahnya “do many wonders and tricks” yang tak semua orang bisa melakukannya. Having said that, tetap lah dalam batasan yang wajar, dalam norma yang realistik.

Ini mengapa adalah penting untuk bisa realistis, dapat membedakan antara yang only possible di dunia realita dengan yang dikisahkan di cersil, yang digambarkan di film bela diri. Kalau tidak bisa membedakan which is which hanyalah akan mengantarkan kita ke alam halu tingkat dewa/i saja! Ya, kalau buat ngebohongin orang yang awam kagak atau kurang paham seluk beluk dunia kangauw sih bisa-bisa dan boleh-boleh saja. Tetapi endingnya hanyalah akan membawa cibiran, candaan bagi diri sendiri setelah semua halu dan kebohongan kita terungkap oleh publik!

Di era penulis baru mulai berlatih, awal 70 an, waktu itu ada seorang oknum master yang sesumbar mengklaim bisa meremas logam / besi sampai hancur; yang kurang nyamannya juga membawa-bawa (baca: meremehkan seraya menjelekkan aliran kami). Itu mengapa kemudian oleh 师父 dan suheng serta sute-sute nya, si oknum master disambangi dan mempersilahkan nya untuk mendemokan kekuatan / kehebatan remasannya di tangan 师父!

Jangan lupa pula, untuk benar-benar bisa mengingat arti dari kata 功夫 / gōng fū yang sesungguhnya, yakni “time and energy.” Jadi ada komponen “time” alias waktu. Kita belajar ilmu, mendalami ilmu adalah butuh pengorbanan waktu. Kalau mau instant adalah lebih sulit buat benar-benar bisa menguasai sebuah ilmu, meskipun mungkin kita adalah merasa diri atau beneran adalah “berbakat” belajar bela diri. Kalau mau instant maka gigit cabe saja, langsung berasa pedasnya! Untuk benar-benar mau sebuah teknik, jurus “meresap” kedalam darah daging dan otot kita tentu butuh waktu. Tanpa itu adalah cuma “merasa” sudah kuasai saja!

Jaman modern memang membuat kita semua maunya serba instant, termasuk dalam belajar bela diri. Unfortunately keinginan instant tidak mudah untuk menguasai sebuah bela diri yang sejati. Ya kalau kita mau merasa “sudah” bisa setelah beberapa kali latihan, atau mau merasa sudah “jago”setelah berlatih via nonton youtube, sih boleh-boleh saja. Namanya juga hak kita buat berimajinasi, buat halu, ya boleh-boleh saja.😂

Kalau kita belajar bela diri hanya untuk kehebatan memecahkan benda keras, maka salah jurusan. Lebih baik buka bisnis terima bongkar rumah / demolition (menghancurkan bangunan) yang bisa memberikan income. Ngapain pula bodoh merusak tangan dan atau anggota tubuh kita. Jika kita belajar bela diri hanya buat ngadu cepat dibandingkan kecepatan desingan peluru, lebih baik belajar kecepatan tangan untuk nyopet. Lebih kepake kalee (meski hal ini tidak dianjurkan)!

Objektivitas, logika, realita adalah penting, jangan melupakannya dalam kita mengembrace bela diri (dan banyak hal lain) dalam kehidupan nyata kita sehari-hari! Semoga kita semua senantiasa bisa sehat secara fisik dan psikis DAN tidak masuk alam halusinasi.🙏

Weak when You are Strong & Strong when You are Weak!


Oleh: Suhana Lim

Personally tak begitu fond of dengan alcoholic drinks. Biasa-biasa saja; palingan waktu kecil dulu dirumah kalau ada special occasions, menikmati 葡萄酒 (pu tao chiew). Belakangan juga “berinteraksi” dengan tuak, air nira yang penjualnya masih memakai potongan bambu besar sebagai tempat penampungan air niranya! Kalau diluaran ada perayaan atau acara makan-makan, menikmati Anker. Dari kenalan, juga jadi berkenalan dengan brem, dan cap Tikus.

Having said that, menikmati minuman beralkohol ya sekedar untuk sosial saja, bukan karena kepingin mabok. Hence, sedari dulu kalau lihat teman-teman dan atau orang yang seakan mengonsumsi alkohol biar / kepingin mabok; saya rasa gimana gitu. Apalagi kalau lihat yang tipe minum kagak seberapa, udah ngak keruan ocehan dan lagaknya. Istilah jaman dulu nya: “minum seperempat gelas, mabok nya seempang (kolam)!” Haiya, owe malu melihat attitude begitu.😅

Belakangan waktu kuliah, topik skiripsi ialah mengenai service di bar. Waktu itu yang menjadi subjek tulisannya ialah bar yang ada di hotel Horison di kompleks Ancol, Jakarta Utara.

Setelah selesai kuliah, exposure ke alkohol jadi lebih “intens and close.” Pasalnya kerja sebagai bartender di sebuah karaoke club di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Waktu itu agak norak, karena baru pertama kali melihat yang namanya alat berkaraoke. Jadi tempat kerja saya adalah sebuah bar and karaoke khusus buat expatriat Jepang. Hanya bagi warga Jepang saja yang bisa menjadi members. Pekerja nya of course orang lokal. Ownernya seorang wanita paruh baya berkebangsaan Jepang, kami memanggilnya “mama-san.” Bukan tidak mungkin, saat itu (awal tahun 80 an) tempat ini adalah karaoke bar yang pertama kali di Jakarta.

Hampir seluruh member adalah tenaga ahli, jajaran direksi di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Jakarta. Sebagai member mereka harus at least beli dua botol whiskey dan atau cognac untuk ditaruh di klub. Nah meski dalam tupoksi dan etika sebagai bartender, kita tidak dianjurkan buat menemani tamu minum; pada kenyataannya adalah sulit. Especially saat tamu nya sudah mulai “naik” alias mabok. Itu mengapa, setiap malam, selalu ended ikutan minum juga. Mama-san clearly tau, dan beliau tutup mata saja.

Gelas-gelas kristal yang dipakai di tempat kerja dari yang kualitas terbaik, hence adalah sebuah hiburan menarik manakala disaat-saat kepala sudah mulai “teng-tengan,” sambil minum ujung jari kita diputar-putarin di bibir gelasnya maka akan keluar suara mendengung yang merdu! Kadang juga dipaksa menemani tamu-tamu untuk berkaraoke; meski terus terang saya kagak bisa catch up karena rata-rata adalah lagu Jepang. Maklumlah taunya cuma lagu Kokoronotomo dan Amayadori saja!🙃

Setelah hampir dua tahun melakoni bartender, akhirnya karena kesehatan maka harus let go kerjaan, yang at that time memberikan gaji yang lumayan besar. Oleh dokter keluarga, saya dianjurkan untuk rubah profesi. Pasalnya at that time, Liver saya ada sedikit “hiccup.” Most likely karena lifestyle yang “kalong” dimana jam kerja mulai dari 5 sore sampai paling pagi jam 2 atau 3 pagi baru pulang. Mama-san termasuk sayang dan generous terhadap saya. Rutin memberikan “uang taxi” pulang meski kadang saya bawa motor ke tempat kerja. Tiap gajian pun selalu ada extra yang dikasihkan dalam amplop gaji. Inilah salah satu benefit jika di ba zi punya “Internal Flower” stars!

Since then, exposure ke alkohol menjadi berkurang jauh lagi. Dari yang setiap malam bergelimang dengan the best Cognac and or Whiskey menjadi cukup ber air putih, teh atau sesekali “lim” (“minum” dalam dialek Hokkian) kopi saja! Di era-era jadi bartender, adalah haram hukumnya buat menyentuh bir, cuma bikin perut gendut aja, dan kotor-kotorin lidah dan gigi saja!

Belakangan “warisan” (tricks) dalam interaksi dengan alkohol masih berguna. Saat dealing dengan teman-teman dari mainland China, jarang sekali yang tidak ditemani Moutai. Moutai termasuk minuman yang lumayan lah, Hasil dari destilasi sorghum, kandungan alkoholnya di kisaran 35 – 53%. Luckily umumnya pada tidak ngeh bahwa saya punya “past life” bartender. Mereka taunya saya seorang 风水先生. Kadang ada yang iseng mencoba cekokin saya Moutai terus. Luckily tidak sampai bikin saya hilang ke alertness an.

Every now and then ada pengalaman menarik dan berkesan. Ini bagi yang tidak kenal dekat saya. Saat berkaraoke, saat jamuan makan, kadang ada saja yang seakan mau melihat saya dalam sikon kurang atau tidak sadar karena pengaruh alkohol. In which saya lay low dan meminta yang bersangkutan juga menemani saya minum. Dalam etika minum, adalah very rude and un ethical kalau istilahnya 干杯 (bottom up) sendirian saja! Emangnya lagi 干杯 ke orang mati! Belakangan, yang bersangkutan malah yang ended up tergeletak. Pernah, in one occasion, seseorang sampai harus digotong keluar ruangan karaoke oleh teman-teman nya dan dibantu agar tidak terus-terusan muntah! Pasalnya yang bersangkutan memang dikenal sebagai 酒鬼 (setan alkohol). Bermula dari disela-sela jamuan sambil nyanyi, ia mengajak saya minum. Katanya mau lihat, apakah orang hong sui juga bisa bikin alkohol menjadi seimbang dan harmonis!🙃 In which saya senyam senyum in saja. Dan bilang: “saya coba yach, siapa tau bisa juga!” Dan ended nya malah si orang tersebut yang kehilangan “keseimbangan dan keharmonisan!”

Ya begitulah sebagian pengalaman in the past berinteraksi dengan beragam “minuman api” (Vodka, Gin, Port, Sherry, Whiskey, Cognac, Tawny, Tequila, Sake, Soju, Wine, Champange etc) yang kadang memberikan aneka peristiwa yang berkesan dan lucu-lucu. To date, still masih paling kagak ngeresep kalo melihat orang yang baru kenal alkohol, yang jiu liang (daya tahan terhadap alkohol) nanggung-nanggung tapi noraknya minta ampun seharam jadah! Haiya, owe malu melihat lagak begitu.😅

“All warfare is based on deception. Appear weak when you are strong, and appear strong when you are weak. If your enemy is secure at all points, be prepared for him. If he is in superior strength, evade him. If your opponent is temperamental, seek to irritate him.” – 孙子 — feeling thankful.

Hoisom Untuk Mengatasi Impotensi?

Oleh: Suhana Lim

T: Btw, haisom dalam TCM bermanfaat juga gak pak Suhana?

J: 海参 alias sea cucumber alias bêche-de-mer alias timun laut alias teripang atau yang (dalam komunitas Chinese) populer disebut sebagai “hoisom/haisom/haisen” adalah salah satu makanan delicacy. Umumnya adalah bagian dari sajian pada special occasions. “Hoisom po cutu” atau “hoisom dimasak bersama perut babi” adalah salah satu hidangan from yesteryears yang populer.

Kaidah bahwa makanan sehari-hari adalah juga berfungsi sebagai “obat” merupakan salah satu signature dari metode pengobatan tradisionil Chinese. Ini mengapa, hoisom pun dianggap sebagai salah satu bahan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan.

Dalam TCM, hoisom memiliki karakteristik bersifat hangat dan asin, dan diasosiasikan dengan meridian Jantung dan Ginjal. Berguna untuk menyehatkan energi yin dan darah dalam tubuh. Karena manfaatnya bagi meridian Ginjal, maka hoisom dipakai untuk mengatasi gangguan yang berhubungan dengan organ Ginjal seperti problem anyang-anyangan (frekuensi kencing yang berlebihan) dan Erectile Disfunction (ED) alias impotensi!

Bagi yang di ba zi nya memiliki masalah (kekurangan dan atau kelebihan) di Unsur Air; maka secara general akan lebih rentan terhadap problem impotensi atau lemah syahwat. Hence perlu lebih memerhatikan kesehatan in general, specifically pada meridian Ginjal.

Kadar kalori dan lemak hoisom yang rendah, membuatnya sebagai salah satu jenis makanan yang “ramah” bagi yang takut masalah berat badan. Hoisom mengandung pula bahan antioksidan, protein tinggi. Makanan yang kaya protein bermanfaat bagi pengindap diabetes, bagi yang ada gangguan jantung, bantu menurunkan darah tinggi dan memperkuat densitas tulang.

Hoisom juga bermanfaat untuk “obat” anti jamur, anti tumor dan memperkuat daya tahan tubuh secara general.

Sebagai hewan laut, hoisom mengandung komponen penting dari jaringan-jaringan penghubung pada tulang dan tulang rawan. Ini mengapa hoisom bermanfaat bagi penderita problem arthritis, tendonitis dan persendian.

Hoisom, bermanfaat untuk mengurangi penyebaran dan pertumbuhan sel-sel kanker pada organ Liver. Ini sebab kenapa hoisom disebut-sebut juga untuk “melawan” kanker.

Segalanya memiliki dua sisi, yin dan yang. Kalau ada manfaat, maka ada pula efek sampingan negatifnya. Meski namanya “timun laut,” tapi hoisom adalah hewan laut. Hoisom tentu tidak tentu cocok bagi penderita alergi terhadap hidangan laut (seafood). Hoisom juga mengandung bahan untuk mengencerkan darah.

Kondisi air laut yang minim polusi, kedalaman laut yang memadai merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas hoisom yang dihasilkan. Belitung dan Makasar adalah beberapa kawasan yang masyhur akan kualitas hoisom nya. Karena pengambilan yang tidak memerhatikan kelangsungan / kesinambungan, membuat to date makin sulit mendapatkan teripang berkualitas. Hoisom dijumpai di dasar-dasar laut di berbagai belahan dunia, tapi populasi hoisom yang terbanyak ditemukan di samudera Pasifik.

Sea cucumbers telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan makanan di Asia dan Timur Tengah. Tetapi pemanfaatannya untuk obat, dipelopori oleh bangsa Tionghoa yang telah menyelidiki dan memanfaatkannya sejak ribuan tahun silam. Dalam sistim pengobatan Western, baru beberapa puluh tahun terakhir dilakukan riset dan mengetahui bahwa ternyata the humble sea cucumber juga berguna untuk pengobatan!

Inilah contoh lain dimana banyak sekali pengetahuan Eastern yang dulunya diremehkan bahkan dicibir sebagai “hocus-pocus, non sense” belakang hari setelah kemampuan teknologi tambah maju ternyata benar adanya! Dalam kehidupan, semasa kita masih lebih muda, dimana kita kurang wawasan tetapi merasa sudah tau segala hal, kita cenderung untuk meremehkan banyak hal. Tapi belakangan sejalan dengan pengalaman kita bertambah, dan wawasan kita lebih terbuka dan banyak; maka barulah “mata” kita terbuka. Oh ternyata dunia luar adalah sangat luas ketimbang daun kelor; oalah ternyata the other side of the world adalah tak terbatas dibanding diameter batok dimana kita selama ini berada!

Having said that, tetap saja ada juga yang dari muda hingga uzur seakan tetap tidak berkembang/bertambah wawasannya; bisa karena malas menambah wawasan, enggan menerima pendapat orang, merasa diri sudah paling pintar serba tau dan atau karena sifat ndablek. Kalau sudah begini attitudenya maka adalah 没救 (mo kiu)!

May we all physically and emotionally healthy, and can enjoy a productive and happy TGIF.🙏