Beberapa bulan ke belakang, saya melakukan personal research ke beberapa orang dilingkungan terdekat saya.
Pertanyaan yang saya tanyakan ialah seputar tentang keputusan mengenai jumlah anak yang di inginkan dan semisal waktu bisa di putar kembali akankah kita tetap memilih untuk memiliki anak seperti sekarang atau ada pertimbangan lain ?
Jawaban yang sering saya dapati terkesan tidak realistis dan objektif.
Di beberapa pasangan yang memang dalam kondisi mapan, mereka dengan mudah menjawab tetap akan memiliki anak dengan jumlah sama atau bahkan semisal bisa lebih, mereka juga mau memiliki anak yang lebih banyak dari sekarang.
Dan di kalangan orang yang kehidupannya agak struggle, lebih memilih 1 anak ketimbang saat ini memiliki 3 anak.
Ada pula yang menjawab ;“tambah aja engga usah khawatir soal rejeki, karena tiap anak membawa rejekinya sendiri-sendiri. Nanti juga ketemu jalanannya”
“Gpp tahun depan kan lagi bagus, nanti dengan lahirnya anak ini makin bagus”
Tapi saya merasa kurang realistis dan agak gambling, jika harus mengharapkan dengan kelahiran anak di tahun yg baik maka kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Sementara yang sudah pasti ada biaya yang lebih besar dan tanggung jawab semakin bertambah.
Sebetulnya saya juga ada rasa agak khawatir dan kadang sering jadi bayang-bayang pada saat saya menjumpai “anak special”.
Secara personal saya engga anti terhadap mereka, tapi saya juga di posisi engga menginginkan atau amit-amit jika punya anak lagi tapi malah dapatnya dengan kondisi tersebut.
Ini lah yg kadang juga yg menjadi khawatiran dan ketakutan semisal anak kedua tidak sesuai harapan dan tidak seperti anak pertama kondisinya.
Karena ini lah saya mencoba menghubungi Om Lim, untuk sekedar mengobrol dan bertukar pikiran.
Sebagai orang yang jauh lebih senior, lebih realistis dan kebetulan ada beberapa persamaan.
Jawaban yang saya dengar sungguh di luar ekspektasi, saya pikir karena background beliau di fengshui dan bazi maka akan menyarankan saya untuk memanfaatkan momentum baik ini.
Saya masih engga expect dengan jawaban Om, terus terang saya berpikir jawabannya seperti orang lain yang saya tanya pada umumnya.
Tapi ternyata komen dan pendapat Om sangat bertolak belakang dan sangat logis.
Quotes nya Om, “Lebih baik memiliki 1 anak perempuan yang bernilai, ketimbang punya 7 anak laki-laki yang moyung” ini cukup mengejutkan tapi justru sangat membuka mata kami 🙏🏻
Engga salah saya jadikan Om sebagai acuan untuk menjawab hehehe.
Saya ucapkan terima kasih Om untuk obrolan singkat siang ini tapi begitu mencerahkan 🙏🏻
Anonymous – Tangerang
27 Februari 2026